TOPsul. Instruksi tegas Presiden Prabowo Subianto untuk memberantas praktik judi online mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat.
Presiden menegaskan bahwa judi online telah menimbulkan dampak serius, mulai dari kerusakan ekonomi negara hingga penderitaan masyarakat kecil dan generasi muda
Selasa 13/1/2027.
Sejalan dengan arahan tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan pembentukan Satuan Tugas Penanggulangan Perjudian Online di seluruh jajaran kepolisian, mulai dari Mabes Polri hingga tingkat Polda, guna memastikan penanganan judi online dilakukan secara serius dan berkelanjutan.
Komitmen itu dibuktikan melalui langkah tegas Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri yang berhasil mengungkap kasus illegal access dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang bersumber dari aktivitas judi online.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi menetapkan lima orang tersangka yang diketahui mengelola 21 situs judi online yang dapat diakses dari dalam maupun luar negeri.
Selain mengamankan para pelaku, penyidik juga menyita uang tunai dan berbagai aset dengan total nilai mencapai Rp96,7 miliar.
Koordinator LAKSI, Azmi Hidzaqi, dalam keterangannya di Jakarta menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan tegas jajaran Dittipidsiber Bareskrim Polri di bawah pimpinan Brigjen Pol. Himawan Bayu Aji. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti nyata keseriusan Polri dalam melindungi masyarakat dari dampak buruk judi online.
“Praktik judi online telah menyengsarakan banyak masyarakat. Keberhasilan pengungkapan ini patut diapresiasi karena mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri,” ujar Azmi.
Ia juga menilai pengungkapan jaringan besar judi online serta penyitaan aset bernilai ratusan miliar rupiah menunjukkan ketegasan Polri dalam penegakan hukum. Publik pun berharap agar upaya pemberantasan judi online terus ditingkatkan secara berkelanjutan dan melibatkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Azmi menambahkan, keberhasilan ini sekaligus menjadi jawaban atas keraguan sebagian masyarakat terhadap keseriusan Polri dalam menangani kasus judi online.
“Stigma negatif itu kini mulai hilang. Polri telah membuktikan komitmennya dalam memberantas judi online secara nyata,” pungkasnya.
Azmi Hidzaqi
Koordinator LAKSI
