TOPsul. Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah kembali diguncang gempa tektonik berkekuatan magnitudo 2,8. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi di koordinat 1,14 LU dan 120,74 BT.

Episenter gempa berada di laut, sekitar 29 kilometer arah utara Tolitoli dengan kedalaman 5 kilometer. Dengan kedalaman yang tergolong dangkal, gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut.

BMKG menjelaskan, guncangan dirasakan di wilayah Tolitoli dengan skala intensitas II MMI. Getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan akibat peristiwa tersebut.

Gempa ini merupakan bagian dari rangkaian susulan pascagempa berkekuatan magnitudo 5,3 yang terjadi pada 28 Februari 2026 pukul 13.52 WIB. Hingga 2 Maret 2026 pukul 17.10 WIB, BMKG mencatat telah terjadi 33 kali gempa susulan, dengan kekuatan terbesar mencapai magnitudo 4,4.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tolitoli, Abdullah Haruna, mengimbau masyarakat agar tidak panik meski gempa terjadi selama beberapa hari terakhir.

Ia meminta warga tetap tenang dan terus memantau informasi resmi dari BMKG.

Selain itu, BPBD telah menyiagakan personel untuk memantau dampak yang mungkin timbul. Jika ditemukan kerusakan, laporan akan segera diteruskan ke tingkat yang lebih tinggi.

Diketahui, Kabupaten Tolitoli yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil cengkeh terbesar di Sulawesi Tengah, telah diguncang gempa sebanyak 33 kali sejak Sabtu, 28 Februari 2026 hingga Senin, 2 Maret 2026. Meski demikian, hingga kini belum ada laporan kerusakan dari masyarakat.