TOPsul. MAKASSAR – Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Wakapolda Sulsel) Brigjen Pol. Nasri secara resmi membuka kegiatan Taklimat Awal Audit Kinerja Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) Polda Sulsel Tahap I Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Mappaoddang Mapolda Sulsel, Kamis (9/4/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Irwasda Polda Sulsel Kombes Pol. Ai Afriandi, para pejabat utama, serta seluruh Kapolres jajaran Polda Sulsel.

Dalam pemaparannya, Irwasda menjelaskan bahwa audit kinerja ini dilakukan untuk menilai sejauh mana proses perencanaan dan pengorganisasian telah berjalan dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, baik kegiatan rutin maupun program lainnya.

Audit mencakup sejumlah aspek penting, seperti manajemen operasional, sumber daya manusia, logistik, hingga pengelolaan anggaran dan keuangan pada setiap satuan kerja dan wilayah. Melalui evaluasi ini, diharapkan kinerja organisasi dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan sesuai prinsip akuntabilitas.

Selain sebagai evaluasi, audit ini juga berfungsi sebagai langkah pencegahan terhadap potensi penyimpangan dalam pelaksanaan tugas. Kegiatan ini juga menjadi sarana konsultasi dan asistensi guna meningkatkan kualitas kinerja personel.

Sementara itu, Wakapolda Sulsel dalam sambutannya menegaskan bahwa audit kinerja bukanlah ajang untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai upaya memperbaiki sistem kerja organisasi.

Ia menekankan pentingnya perencanaan yang matang dan pengorganisasian yang baik agar setiap program kerja dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.

“Audit ini harus dimaknai sebagai bagian dari pengendalian dan peningkatan kualitas organisasi, sehingga setiap program yang dijalankan tetap selaras dengan kebijakan yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran menjadi hal utama yang harus dijaga oleh seluruh jajaran.

Dengan pelaksanaan audit kinerja ini, diharapkan seluruh personel Polda Sulsel dapat terus meningkatkan profesionalisme serta meminimalisir kesalahan administratif, guna mendukung terwujudnya Polri yang Presisi.