TOPsul. Tolitoli. Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tolitoli menyebutkan, jika komunikasi informasi dan edukasi kebencanaan sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat luas.
“Ketika terjadi suatu bencana maka yang lebih dominan adalah informasi akurat sehingga tidak terjadi kesimpang siuran informasi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Tolitoli Abdullah Haruna kepada Topik Sulawesi Jumat (12/9).
Menurutnya, kegiatan dalam penanggulangan bencana tidak hanya dibutuhkan dalam kondisi darurat bencana tapi juga penting pada saat Pra Bencana.
Hal ini bertujuan, agar mempersiapkan masyarakat di daerah rawan bencana, tentu harus senantiasa dilakukan, selain informasi yang memadai tentang potensi bencana di suatu daerah pelatihan kebiasaan menghadapi situasi bencana juga harus dilakukan secara berkelanjutan.
“Kita harus ingat, informasi yang berlimpah saja tidak cukup untuk menyadarkan warga atas bahaya bencana yang mengancam, akan tetapi cara menyampaikan informasi juga harus dilakukan dengan tepat,” ujarnya.
“Kekeliruan dalam dalam mengkomunikasikan sebuah informasi bisa menimbulkan ketidakpastian yang memperburuk situasi,” jelasnya.
Dalam kegiatan ini, juga ia menerima laporan dari peserta tentang kondisi daerah, mereka yang sering terdampak bencana terutama bencana banjir. Semua usulan desa dan kelurahan akan ditindaklanjuti, melalui kajian kebutuhan pasca bencana yang akan melahirkan dokumen rencana Rehabilitasi Rekonstruksi (RR) pasca bencana dari beberapa lokasi, yang diusulkan diantara akan ditangani lebih awal, melalui dana operasional yang ada di bidang kedaruratan dan logistik.
Kegiatan sosialisasi komunikasi informasi dan edukasi kebencanaan yang digelar pihaknya, diikuti 20 peserta yang diikuti perwakilan kelurahan Tuweley, kelurahan Baru, Kelurahan Panasakan, Kelurahan Sidoarjo, Kelurahan Nalu, Desa Dadakitan dan Desa Buntuna yang masing masing di wakili oleh 2 orang di wilayah Kecamatan Baolan.
” SBR Tolitoli”
