TOPsul. Palu – Mengantisipasi meningkatnya potensi bencana akibat cuaca ekstrem, Polda Sulawesi Tengah menggelar apel kesiapsiagaan tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Lapangan Mapolda Sulteng, Rabu (5/11/2025).
Kegiatan ini dipimpin Kapolda Sulteng Irjen Pol Dr. Endi Sutendi dan diikuti unsur TNI, Basarnas, BPBD, Damkar, Forkopimda, serta berbagai instansi terkait. Apel tersebut menjadi bentuk kesiapan bersama menghadapi ancaman banjir, tanah longsor, dan angin kencang di wilayah Sulawesi Tengah.
Dalam sambutannya, Irjen Endi membacakan amanat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara dengan risiko tinggi bencana karena berada di kawasan ring of fire. Kondisi ini diperburuk dengan dampak perubahan iklim global yang memicu cuaca ekstrem di berbagai daerah.
“Sulawesi Tengah pernah mengalami bencana besar seperti tsunami dan likuifaksi. Pengalaman itu menjadi pengingat pentingnya kesiapan dan kerja sama lintas sektor,” ujar Irjen Endi.
Kapolda menekankan, apel ini mencerminkan sinergitas dan kolaborasi seluruh unsur dalam menghadapi kemungkinan bencana sewaktu-waktu. Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan diri dan keluarga agar mampu bertindak cepat saat bencana terjadi.
“Jangan lengah. Masyarakat perlu tahu langkah yang harus dilakukan agar korban bisa diminimalkan,” imbaunya.
Sementara itu, Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Djoko Wienartono menyampaikan, total ada 3.427 personel lintas instansi yang disiagakan.
Jumlah itu terdiri dari 2.196 personel Polri (292 dari Polda dan 1.904 dari Polres jajaran) serta 1.231 personel gabungan dari TNI, BPBD, Basarnas, Satpol PP, PMI, Damkar, Dinsos, PLN, Lanal, dan Dinkes.
“Seluruh kekuatan ini siap digerakkan kapan pun untuk membantu masyarakat saat bencana,” pungkas Djoko.
