TOPsul. MAKASSAR – Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin menegaskan pentingnya memperkuat pemahaman kebangsaan dan integritas anggota Polri guna mencegah masuknya paham radikalisme dan sikap intoleransi di lingkungan kepolisian.
Penegasan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Pembinaan Personel Polri dalam rangka Penanggulangan dan Pencegahan Radikalisme dan Intoleransi Polda Sulsel Tahun 2026 di Aula Mappaoddang Mapolda Sulsel, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Dr. Gidion Arif Setyawan, Irwasda Kombes Pol. Hartoyo, serta sejumlah pejabat utama Polda Sulsel.
Dalam arahannya, Kapolda menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa banyak manfaat. Namun, kemajuan tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan paham radikal, intoleransi, hingga ujaran kebencian.
Menurutnya, penyebaran ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan perlu diwaspadai karena dapat mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. Ancaman tersebut juga berpotensi menyasar anggota Polri beserta keluarga besarnya.
“Sebagai garda terdepan penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta perekat kebhinekaan bangsa, institusi Polri harus bersih dan terbebas dari paparan ideologi radikal maupun sikap intoleran,” tegasnya.
Kapolda mengingatkan bahwa setiap anggota Polri memiliki tanggung jawab lebih dari sekadar menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Personel juga dituntut menjadi contoh dalam menerapkan sikap toleransi, menghargai perbedaan, serta menjaga semangat persatuan.
Ia menyebutkan, pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat integritas personel sekaligus meningkatkan pemahaman terhadap ideologi negara, khususnya Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Kapolda berharap kegiatan ini dapat meningkatkan ketahanan ideologi anggota Polri sehingga tidak mudah terpengaruh oleh berbagai narasi maupun propaganda yang mengarah pada sikap intoleran dan paham radikal.
Selain memperkuat internal kepolisian, pembinaan tersebut diharapkan turut mendukung upaya membangun masyarakat yang lebih waspada terhadap penyebaran propaganda radikalisme.
Melalui kegiatan ini, seluruh personel Polda Sulsel diharapkan mampu menjaga komitmen kebangsaan, menghormati keberagaman, serta menjalankan tugas kepolisian dengan tetap berpedoman pada nilai-nilai Pancasila dan semangat kebhinekaan.
