TOPsul. MAKASSAR – Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H., mengajak TNI, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan berbagai instansi terkait memperkuat kerja sama untuk mengatasi perkelahian kelompok dan kenakalan remaja.

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan silaturahmi dan pertukaran informasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kementerian, lembaga, serta para rektor perguruan tinggi di Lobby Lontang Adduppangeng Lantai 1 Mapolda Sulsel, Kamis (22/10/2026).

Pertemuan ini menjadi ruang koordinasi untuk membahas persoalan sosial yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Sulawesi Selatan.

Sejumlah pejabat hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi yang mewakili gubernur, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika Dewi, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, serta Kajati Sulsel Muhammad Syarifuddin. Hadir pula para rektor dan perwakilan instansi terkait.

Dalam kesempatan itu, Kapolda menegaskan bahwa penanganan perkelahian kelompok dan kenakalan remaja membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, upaya menjaga keamanan tidak cukup dilakukan oleh kepolisian, tetapi juga memerlukan dukungan pemerintah, TNI, lembaga pendidikan, dan masyarakat.

“Mari kita bekerja sama dalam menjaga situasi kamtibmas. Persoalan seperti perkelahian kelompok dan kenakalan remaja membutuhkan keterlibatan semua pihak, baik TNI, pemerintah daerah, lembaga terkait, maupun perguruan tinggi,” ujar Awal Chairuddin.

Ia juga mendorong penguatan koordinasi antara Polda Sulsel, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh elemen masyarakat. Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan sekaligus mempercepat penanganan ketika terjadi gangguan keamanan.

Selain membahas persoalan kamtibmas, Kapolda turut menyosialisasikan layanan Polisi 110 yang dapat digunakan masyarakat untuk melaporkan kejadian atau meminta bantuan kepolisian.

Layanan tersebut tersedia secara gratis selama 24 jam. Masyarakat dapat memanfaatkannya tanpa harus datang langsung ke kantor polisi.

Kapolda mengatakan, pengenalan layanan 110 terus dilakukan dalam berbagai kesempatan agar masyarakat memahami fungsi dan cara menggunakannya ketika membutuhkan bantuan.

“Saya selalu menyampaikan kepada masyarakat bahwa sudah ada layanan Polisi 110 yang bisa kita gunakan untuk melaporkan kejadian atau meminta bantuan kepolisian. Saya juga terus memperkenalkan dan mempraktikkan penggunaan layanan ini setiap bertemu masyarakat agar masyarakat semakin mengenal dan percaya terhadap layanan kepolisian,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengapresiasi langkah Kapolda Sulsel yang menginisiasi pertemuan lintas sektor tersebut. Ia menilai, berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat membutuhkan perhatian dan tanggung jawab bersama.

“Terima kasih kepada Bapak Kapolda dan jajaran yang telah menginisiasi silaturahmi ini sekaligus menjadi bagian dari rapat koordinasi kita. Kondisi saat ini menghadirkan berbagai persoalan di lapangan yang sudah sangat mengganggu masyarakat. Kita memahami bahwa keselamatan dan nyawa masyarakat merupakan hal yang utama, sehingga menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama untuk memikirkan langkah-langkah penanganannya,” ujar Fatmawati.

Ia menambahkan, langkah mitigasi perlu diperkuat melalui pencegahan, koordinasi, dan respons yang tepat terhadap berbagai potensi gangguan yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat.

Dalam sesi pertukaran informasi, para peserta turut membahas pentingnya komunikasi antarlembaga untuk merespons persoalan keamanan dan sosial. Kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, lembaga terkait, dan perguruan tinggi diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan secara lebih terarah dan berkelanjutan.

Melalui pertemuan tersebut, Polda Sulsel bersama para pemangku kepentingan menegaskan komitmen untuk memperkuat sinergi dalam menangani berbagai persoalan masyarakat, termasuk perkelahian kelompok dan kenakalan remaja, demi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Sulawesi Selatan.