TOPsul. BONE β Pemerintah Kabupaten Bone menggelar seminar khusus untuk menguatkan usulan gelar Pahlawan Nasional bagi La Pawawoi Karaeng Sigeri, Selasa (7/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Bone ke-696, yang sekaligus dimanfaatkan untuk menyusun dan menyempurnakan naskah akademik sebagai syarat pengajuan ke pemerintah pusat.
Seminar yang berlangsung di Gedung Lateya Riduni tersebut menghadirkan akademisi, sejarawan, serta perwakilan pemerintah. Diskusi difokuskan pada peran besar La Pawawoi Karaeng Sigeri dalam memimpin perlawanan rakyat Bone terhadap penjajahan Belanda pada awal abad ke-20.
Dalam forum itu, para narasumber menguraikan bahwa perjuangan sang raja tidak hanya berdampak bagi wilayah Bone, tetapi juga memberi pengaruh dalam perlawanan di Sulawesi Selatan. Akibat sikapnya yang menentang kolonialisme, ia kemudian ditangkap dan diasingkan oleh pemerintah Belanda.
Perwakilan pemerintah daerah menyampaikan bahwa pengusulan ini merupakan bentuk penghargaan atas jasa sejarah yang selama ini belum sepenuhnya mendapatkan pengakuan negara.
βIni bukan sekadar pengajuan gelar, tetapi upaya meluruskan sejarah dan mengenalkan sosok teladan kepada generasi muda,β ujarnya.
Selain itu, seminar ini juga menjadi ruang untuk menghimpun data, memperkuat argumentasi sejarah, serta menyatukan pandangan dari berbagai pihak sebelum berkas diajukan ke Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Dukungan terhadap usulan tersebut terus menguat, baik dari kalangan akademisi maupun masyarakat adat. Harapannya, perjuangan Raja Bone ke-31 dapat segera diakui secara resmi sebagai bagian dari sejarah nasional Indonesia.
Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi terbuka yang membahas posisi strategis Kerajaan Bone dalam dinamika perjuangan melawan penjajahan di masa lalu.
