TOPsul. Tolitoli – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tolitoli, Sulawesi Tengah, mencatat berbagai capaian kinerja dari enam seksi sepanjang tahun 2025. Hal tersebut disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Tolitoli, Ibnu Firman Ide Amin, melalui keterangan tertulis kepada media, Jumat (2/1/2026).
“Rilis ini kami sampaikan sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja kepada publik,” ujar Ibnu.
Pada Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB), Kejari Tolitoli melaksanakan pemeliharaan barang bukti sebanyak 12 kegiatan dari 92 perkara dengan total 1.173 barang bukti. Selain itu, dilakukan pemusnahan barang bukti dalam 4 kegiatan dari 52 perkara.
Pengembalian barang bukti dilakukan terhadap 32 perkara melalui program pengantaran gratis 7/8. Sementara penjualan langsung dilaksanakan dalam 4 kegiatan dari 13 perkara, dengan total Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp30.767.000.
“Capaian ini menunjukkan kinerja Seksi PAPBB masuk kategori memuaskan,” jelasnya.
Sementara itu, Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) mencatat 12 layanan informasi dan pelayanan hukum gratis, 23 kegiatan pendampingan, pertimbangan, dan bantuan hukum, serta 95 Surat Kuasa Khusus (SKK).
Pendampingan hukum pengelolaan dana desa dilakukan sebanyak 10 kegiatan, Halo Jaksa Pengacara Negara (JPN) sebanyak 12 kegiatan, serta pemulihan keuangan negara mencapai Rp1.221.536.259.
Untuk Seksi Pidana Umum (Pidum), capaian kinerja meliputi 111 pra-penuntutan, 105 penuntutan, 65 upaya hukum, serta 2 perkara yang diselesaikan melalui Restorative Justice.
“Dua perkara Restorative Justice berhasil diselesaikan dengan baik sepanjang 2025,” kata Ibnu.
Di Seksi Intelijen, Kejari Tolitoli melaksanakan 8 kegiatan penyelidikan, 4 kegiatan pengawasan aliran kepercayaan masyarakat (Pakem), 12 posko pelabuhan laut, 12 posko pelabuhan udara, 4 kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS), 4 kegiatan penerangan hukum, 4 kegiatan Jaksa Menyapa, serta 2 kegiatan kampanye antikorupsi.
Sementara dari sisi Seksi Pembinaan, pagu anggaran tahun 2025 sebesar Rp8.690.426.000, dengan realisasi Rp8.597.209.363. Hasil evaluasi akuntabilitas kinerja mencapai 92,89 persen dengan predikat “AA” (sangat memuaskan).
