TOPsul. Luwuk – Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND) Luwuk Banggai menyatakan dukungan penuh terhadap aksi demonstrasi dan penyegelan kantor PT Sawindo Cemerlang oleh masyarakat.
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk peringatan keras kepada perusahaan agar mematuhi hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pemerintah daerah, yang sebelumnya memutuskan penghentian sementara seluruh aktivitas PT Sawindo hingga konflik agraria di tiap desa diselesaikan.
“Tindakan itu adalah bentuk warning agar PT Sawindo mematuhi hasil RDP dan menghormati proses penyelesaian konflik agraria yang tengah berjalan,” ujar Ketua LMND Luwuk Banggai, Bimbim, Selasa (11/11/2025).
Menurutnya, penyegelan yang dilakukan masyarakat bukan tanpa dasar. Langkah itu muncul karena kekecewaan terhadap perusahaan yang dianggap mengabaikan kesepakatan bersama.
“Ini ekspresi kekecewaan sekaligus seruan agar PT Sawindo menghormati kesepakatan yang telah dibuat bersama pemerintah dan masyarakat,” tambahnya.
LMND juga mengapresiasi kekompakan mahasiswa dan masyarakat dalam memperjuangkan hak atas tanah. Bimbim menyebut solidaritas itu menjadi kekuatan penting dalam menghadapi pihak-pihak yang berupaya mengabaikan keadilan agraria di wilayah Banggai.
Selain itu, LMND menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk intimidasi, kriminalisasi, maupun penangkapan terhadap warga yang memperjuangkan haknya.
“Apabila ada satu saja warga yang ditangkap atau diintimidasi oleh pihak perusahaan, kami tidak akan tinggal diam. LMND akan menggalang konsolidasi besar-besaran dari tingkat provinsi hingga nasional untuk menuntut keadilan,” tegasnya.
LMND Luwuk Banggai juga mendesak pemerintah daerah dan aparat penegak hukum bersikap netral serta memastikan penyelesaian konflik agraria berjalan adil tanpa intervensi dari pihak perusahaan.
